Daftar isi
Ringkasan cepat
- Event berangkat dari server yang sudah termasuk paket, tanpa langganan pihak ketiga per bulan
- Deduplikasi memakai event_id yang dibuat sekali di halaman lalu dipakai ulang di server
- Data pelanggan diacak satu arah dengan SHA-256, nomor telepon dalam format 62 bukan 0812
- Pesanan yang ditutup di WhatsApp dikirim sebagai event bernilai rupiah, sampai 7 hari setelah kejadian
- Termasuk di semua paket website, mulai Rp2.000.000 per tahun, revisi tanpa batas selama satu tahun
Apa yang sebenarnya dipasang saat Conversions API dinyalakan
Conversions API bukan tombol yang diaktifkan di Events Manager, melainkan kiriman data yang disusun sendiri dari sisi server. Tiap kiriman memuat nama event yang sama dengan yang dipakai pixel, waktu kejadian dalam satuan detik, sumber tindakan, data pelanggan yang sudah diacak, lalu nilai transaksi dalam IDR. Kalau satu bagian kosong, Meta tetap menerima dan tetap menghitungnya, jadi salah konfigurasi hampir tidak pernah muncul sebagai pesan kesalahan.
Tiga titik harus benar sekaligus: token akses dari system user Business Manager dan bukan akun pribadi yang hangus saat orangnya pindah kerja, tempat kode server berjalan, lalu daftar event yang sengaja ditahan tetap pendek karena delapan slot Aggregated Event Measurement per domain membuat daftar panjang saling menjatuhkan. Pada situs yang kami bangun, kirimannya berangkat dari server yang sudah termasuk paket.
Pekerjaan pertama justru bukan kodenya, tapi memutuskan event mana yang mewakili uang masuk. Untuk toko biasanya Purchase dengan nilainya, untuk jasa biasanya Lead pada klik tombol WhatsApp lalu event kedua saat lead itu disetujui di CRM. Keputusan itu diambil sebelum satu baris kode ditulis, karena mengubah pemetaan event setelah kampanye berjalan berarti kehilangan dasar pembanding.
Deduplikasi: satu kejadian, dua jalur, satu hitungan
Satu pembelian yang dilaporkan pixel dan dilaporkan server adalah dua kiriman untuk satu kejadian, dan Meta hanya membuang salinannya kalau keduanya membawa event_name sama dan event_id yang sama persis. Nilai event_id dibuat sekali di halaman, dikirim ke server bersama permintaannya, lalu dipakai ulang di sana. Membuat event_id baru di server adalah kesalahan yang paling sering kami temukan saat audit, dan akibatnya laporan naik dua kali lipat tanpa satu pun penjualan tambahan.
Jendela deduplikasi berjalan sekitar 48 jam, jadi kiriman server yang lebih lambat dari itu dihitung sebagai kejadian baru. Untuk pesanan yang baru lunas beberapa hari kemudian, caranya bukan mengirim ulang event yang sama, tapi mengirim event dengan maksud berbeda beserta event_id miliknya sendiri. Deduplikasi yang gagal merusak lebih dari laporan: kampanye yang dioptimalkan ke angka gelembung mengejar jenis pengunjung yang salah, biaya per hasil terlihat murah, lalu grup WhatsApp Anda tetap sepi.
Data pelanggan, pengacakan, dan skor pencocokan
Event dari server tidak membawa cookie browser dengan sendirinya, jadi Meta butuh bahan lain untuk mengenali orangnya. Bahan itu data pelanggan yang diacak satu arah dengan SHA-256 sebelum dikirim: nomor telepon, email, nama, dan kode pos. Pengacakannya dilakukan di server dan datanya tidak pernah berangkat dalam bentuk aslinya.
Dua hal yang paling sering menjatuhkan skor Event Match Quality di Indonesia adalah format nomor telepon dan sisa spasi. Nomor harus ditulis internasional tanpa tanda plus, sedangkan nomor yang masih dimulai angka nol akan diacak jadi nilai yang tidak pernah cocok dengan apa pun di sisi Meta. Teks juga harus dikecilkan hurufnya dan dipangkas spasinya, karena satu spasi di ujung menghasilkan hash yang berbeda. Skor pencocokan yang rendah biasanya berarti hanya satu atau dua bahan pencocokan yang benar-benar terkirim.
- Nomor telepon dalam format 62, bukan 0812, lalu diacak SHA-256
- Email dan nama dikecilkan hurufnya serta dipangkas spasinya sebelum diacak
- external_id dari CRM dikirim konsisten supaya kunjungan lama dan pesanan baru terhubung
- Cookie fbp dan fbc dari kunjungan aslinya diteruskan ke kiriman server
- client_ip_address dan client_user_agent diambil dari permintaan pengunjung, bukan dari server
Konversi yang selesai di WhatsApp atau di CRM
Di sebagian besar bisnis Indonesia pesanan tidak selesai di situs. Pengunjung menekan tombol WhatsApp, menawar di ruang obrolan, lalu transfer. Pixel di browser berhenti tepat di klik tombolnya, dan tanpa jalur server satu satunya hal yang dipelajari Meta adalah bahwa ada orang yang mengklik lalu menghilang.
Jalur server menerima event sampai tujuh hari setelah kejadiannya, dan jendela itulah yang membuat pesanan WhatsApp bisa dilaporkan. Klik tombol dicatat sebagai Lead dengan event_id dan external_id, lalu ketika admin menandai lead itu lunas di CRM, server mengirim Purchase berisi nilai rupiah yang sebenarnya dengan external_id yang sama. Setelah event pembelian berisi nilai rupiah mulai masuk, optimasi kampanye punya bahan untuk mencari orang yang menyerupai pembeli dan bukan orang yang menyerupai pengklik.
Kesalahan lapangan dan cara memeriksanya sendiri
Hampir semua pemasangan Conversions API yang kami audit berstatus aktif di Events Manager. Yang jarang benar adalah isi kirimannya, dan karena kiriman yang salah tetap menghasilkan angka, tidak ada yang mencurigai apa pun sampai laporan dibandingkan dengan rekening.
Pemeriksaan sendiri memakai tiga tempat. Tab Test Events, dengan test_event_code disalin sementara ke konfigurasi server, memperlihatkan kiriman server dalam hitungan detik beserta bahan pencocokan yang diterima. Tab Diagnostics menyebut parameter hilang dan event yang waktunya di luar batas. Kolom sumber event pada ikhtisar seharusnya menulis satu event datang dari browser dan server dengan deduplikasi bekerja, bukan dua baris terpisah berjumlah mirip.
Satu uji terakhir lebih jujur daripada ketiganya. Nyalakan pemblokir iklan di satu perangkat, lakukan satu konversi, lalu lihat apakah eventnya tetap tercatat. Kalau tidak, yang Anda miliki bukan Conversions API, hanya pixel browser dengan nama lain.
- event_id dibuat ulang di server, sehingga satu pembelian masuk dua kali
- Nomor telepon diacak dengan awalan nol, jadi tidak pernah cocok
- Token akses memakai akun pribadi, kiriman mati saat orangnya pindah kerja
- Parameter value dan currency kosong, Meta tahu ada pesanan tapi tidak tahu nilainya
- event_time dikirim dalam milidetik, bukan detik, event ditolak sebagai kedaluwarsa
- test_event_code tertinggal di produksi, event nyata masuk daftar uji dan tidak dihitung
Pixel di browser dan Conversions API dibandingkan per sifatnya
| Sifat | Pixel di browser | Conversions API |
|---|---|---|
| Tempat kode berjalan | Perangkat pengunjung | Server Anda |
| Bisa dihalangi pemblokir iklan | Sering, terutama di seluler | Tidak bisa |
| Bahan pencocokan | Cookie fbp dan fbc | Data CRM yang diacak dan external_id |
| Batas waktu pengiriman | Saat kejadian berlangsung | Sampai 7 hari setelah kejadian |
| Pesanan yang ditutup di WhatsApp | Tidak terjangkau | Bisa dikirim beserta nilainya |
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu Meta Conversions API?
Meta Conversions API adalah jalur yang mengirim event konversi dari server Anda langsung ke Meta, tanpa melewati browser pengunjung. Kirimannya memuat nama event, waktu kejadian, data pelanggan yang sudah diacak satu arah, serta nilai transaksi dalam rupiah, sehingga konversi tetap terlaporkan meskipun pemblokir iklan mematikan skrip di perangkat pengunjung.
Apa bedanya Conversions API dengan Meta Pixel biasa?
Perbedaannya ada di tempat kode berjalan dan di bahan yang dipakai mengenali orang. Pixel berjalan di perangkat pengunjung dan bergantung pada cookie, sedangkan Conversions API berjalan di server Anda dan bergantung pada data pelanggan yang diacak serta external_id dari CRM. Pemasangan yang benar memakai keduanya dengan event_id identik.
Bagaimana cara mencegah satu pembelian terhitung dua kali?
Pencegahan hitungan ganda bergantung pada satu nilai event_id yang dibuat di halaman, dikirim ke server bersama permintaannya, lalu dipakai ulang tanpa diubah, dengan event_name sama di kedua jalur. Jendela deduplikasi Meta berjalan sekitar 48 jam, jadi kiriman server yang lebih lambat akan dihitung sebagai kejadian terpisah.
Berapa lama instalasi Meta Conversions API sampai bisa dipakai?
Pemasangan selesai di dalam masa pembangunan situs, yaitu 3 sampai 5 hari kerja untuk landing page dan 7 sampai 14 hari kerja untuk website company profile. Penyambungan ke CRM untuk pesanan yang ditutup di luar situs dikerjakan di dalam jendela yang sama, bukan sebagai proyek tambahan.
Apakah pesanan yang ditutup di WhatsApp bisa dilaporkan ke Meta?
Pesanan WhatsApp bisa dilaporkan karena jalur server menerima event sampai tujuh hari setelah kejadiannya. Klik tombol dicatat sebagai Lead dengan external_id, lalu ketika admin menandai lead itu lunas, server mengirim event pembelian berisi nilai rupiah sebenarnya dengan external_id yang sama, sehingga Meta mengenali keduanya sebagai satu orang.
Apakah perlu server atau layanan tambahan yang dibayar bulanan?
Server pengirim event sudah termasuk di semua paket website Metanotech, bersama hosting, SSL, grup WhatsApp, dan revisi tanpa batas selama satu tahun, mulai Rp2.000.000 per tahun untuk landing page sampai Rp12.000.000 per tahun untuk e-commerce. Domain dibeli terpisah dan tetap atas nama Anda.





