Website vs Marketplace vs Media Sosial: Mana yang Tepat?
Kapan bisnis butuh website sendiri, kapan cukup jualan di marketplace atau media sosial? Pahami kelebihan, batasan, dan cara memakai ketiganya bersama.
Website, marketplace, dan media sosial punya peran yang berbeda. Marketplace memudahkan transaksi, media sosial membantu bisnis Anda dikenal, dan website menjadi pusat informasi yang sepenuhnya Anda kendalikan.
Pilihan yang tepat bergantung pada jenis bisnis dan cara pelanggan membeli. Toko ritel dan perusahaan B2B, yaitu bisnis yang menjual ke bisnis lain, biasanya punya kebutuhan berbeda. Berikut kelebihan dan batasan setiap kanal, serta cara memakainya bersama.
Poin penting
- Marketplace cocok untuk produk konsumen yang sudah banyak dicari orang.
- Media sosial kuat untuk menarik perhatian dan membangun kedekatan.
- Website memberi kendali penuh atas merek, informasi, dan data pengunjung.
- Ketiganya bisa dipadukan, dengan website sebagai pusat informasi.
Marketplace: ramai pembeli, aturan milik platform
Marketplace adalah platform tempat banyak penjual membuka toko dalam satu aplikasi atau situs besar. Kelebihannya, pembeli sudah ramai, sistem pembayaran dan pengiriman sudah tersedia, dan orang cenderung percaya pada platform yang mereka kenal.
Batasannya, produk Anda tampil berdampingan dengan pesaing, sehingga persaingan harga sering ketat. Platform juga menentukan biaya layanan, aturan toko, dan tampilan halaman. Akses Anda ke data pelanggan pun terbatas.
Media sosial: kuat untuk perhatian, bergantung algoritma
Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok mudah dimulai dan cocok untuk memperkenalkan produk lewat foto dan video. Anda bisa berinteraksi lewat komentar dan pesan, lalu melanjutkan percakapan di WhatsApp.
Batasannya, jangkauan unggahan ditentukan algoritma, yaitu sistem otomatis yang memilih konten untuk setiap pengguna. Unggahan lama cepat tenggelam, informasi sulit disusun rapi, dan akun bisa dibatasi atau diretas.
Website: milik sendiri, perlu dirawat
Di antara ketiganya, hanya website yang benar-benar milik Anda. Anda menentukan tampilan, isi, dan alur pembelian. Website bisa ditemukan lewat Google dalam jangka panjang berkat SEO, yaitu upaya agar website muncul di hasil pencarian. Website juga bisa dilengkapi payment gateway untuk menerima pembayaran online.
Batasannya, website tidak otomatis ramai. Anda perlu mendatangkan trafik, yaitu arus pengunjung, lewat SEO, iklan, atau media sosial, serta merawat isi, domain, dan keamanannya.
Mana yang cocok untuk bisnis Anda?
Tidak ada satu jawaban untuk semua bisnis, tetapi gambaran berikut bisa membantu Anda menentukan prioritas.
- Produk konsumen seperti fashion atau makanan kemasan: mulai dari marketplace dan media sosial, lalu tambah website untuk memperkuat merek.
- Pabrik, distributor, dan perusahaan B2B: utamakan website, karena pembeli memeriksa kredibilitas dan spesifikasi sebelum menghubungi.
- Jasa lokal seperti bengkel atau kontraktor: website dan media sosial, dengan tombol WhatsApp yang mudah ditemukan.
- Merek yang ingin menjual langsung: website dengan toko online dan payment gateway.
Memakai ketiganya bersama
Media sosial menarik perhatian, marketplace menangani transaksi produk konsumen, dan website menjadi pusat informasi resmi, katalog, dan kontak. Pasang tautan website di bio media sosial, dan tampilkan tautan media sosial serta toko marketplace di website. Jaga juga agar nama, logo, dan informasi produk konsisten di semua kanal.
Istilah terkait
- Marketplace
- Platform jual beli online tempat banyak penjual membuka toko dalam satu aplikasi atau situs.
- Algoritma
- Sistem otomatis di media sosial yang menentukan konten apa yang muncul untuk setiap pengguna.
- Payment gateway
- Layanan yang memungkinkan website menerima pembayaran online, misalnya lewat virtual account, e-wallet, atau kartu.
Pertanyaan yang sering ditanya
Kalau toko di marketplace sudah laris, apakah masih perlu website?
Website tetap berguna walaupun toko marketplace Anda sudah laris. Website melindungi merek jika aturan atau biaya platform berubah, membantu pembeli memastikan keaslian merek, dan membuka jalan untuk penjualan langsung atau kerja sama distribusi.
Apakah bisnis B2B cukup memakai media sosial saja?
Untuk bisnis B2B, media sosial saja biasanya belum cukup. Pembeli korporat umumnya ingin melihat profil perusahaan, spesifikasi produk, sertifikasi, dan kontak resmi, dan informasi seperti ini lebih mudah disajikan di website.
Mana yang sebaiknya dibuat lebih dulu, website atau toko marketplace?
Urutan membangun website dan toko marketplace bergantung pada cara pelanggan membeli. Bisnis yang pembelinya meneliti dulu, seperti pabrik dan distributor, sebaiknya mulai dari website. Produk konsumen yang dibeli cepat bisa mulai dari marketplace dan media sosial, lalu menambah website.
Layanan terkait
Edukasi lainnya
Mulai proyek
Ceritakan masalahnya.Kami bangun solusinya.
Konsultasi gratis lewat WhatsApp. Ceritakan bisnis Anda, apa yang ingin dibangun, dan kendala yang sedang dihadapi.

