Laporan bulan lalu baru selesai tanggal dua puluh, dan keputusannya sudah lewat
Transaksi sudah tercatat di mana-mana: penjualan di kasir, pembelian di nota, gaji di spreadsheet. Pekerjaan sebenarnya bukan mencatat, tapi mengumpulkan ulang semuanya tiap bulan supaya bisa jadi satu laporan.
Hampir selalu bukan karena kurang usaha. Ini pola yang kami temui berulang.
Transaksi dicatat dua kali
Satu penjualan dicatat di kasir untuk operasional, lalu dicatat ulang di pembukuan untuk akuntansi. Dua pencatatan untuk kejadian yang sama berarti dua kesempatan berbeda.
Penutupan bulan jadi proyek tersendiri
Mengumpulkan nota, mencocokkan rekening, dan mengejar bukti yang hilang memakan waktu berhari-hari. Laporan selesai ketika isinya sudah tidak bisa dipakai bertindak.
Tidak ada yang tahu posisi kas hari ini
Arus kas hanya terlihat setelah laporan bulanan selesai. Keputusan membayar pemasok atau menunda pembelian diambil berdasarkan perasaan, bukan angka.
Cara kami menyelesaikannya
01
Transaksi operasional langsung jadi jurnal
Penjualan, pembelian, dan pembayaran yang sudah dicatat untuk operasional otomatis membentuk jurnalnya. Tidak ada pencatatan kedua.
02
Laporan tersusun sepanjang bulan
Neraca, laba rugi, dan arus kas terbentuk selagi transaksi masuk, jadi posisinya bisa dilihat kapan saja, bukan hanya setelah tutup buku.
03
Pencocokan bank jadi pekerjaan harian kecil
Mutasi bank dicocokkan ke transaksi yang sudah ada dalam hitungan menit tiap hari, bukan ditumpuk sampai akhir bulan.
04
Penutupan tinggal memeriksa
Karena angkanya sudah tersusun, penutupan bulan berubah jadi memeriksa yang janggal, bukan menyusun ulang dari nol.
01
Transaksi operasional langsung jadi jurnal
Penjualan, pembelian, dan pembayaran yang sudah dicatat untuk operasional otomatis membentuk jurnalnya. Tidak ada pencatatan kedua.
02
Laporan tersusun sepanjang bulan
Neraca, laba rugi, dan arus kas terbentuk selagi transaksi masuk, jadi posisinya bisa dilihat kapan saja, bukan hanya setelah tutup buku.
03
Pencocokan bank jadi pekerjaan harian kecil
Mutasi bank dicocokkan ke transaksi yang sudah ada dalam hitungan menit tiap hari, bukan ditumpuk sampai akhir bulan.
04
Penutupan tinggal memeriksa
Karena angkanya sudah tersusun, penutupan bulan berubah jadi memeriksa yang janggal, bukan menyusun ulang dari nol.
Bentuk jadinya
Gambaran antarmuka yang Anda pakai sehari-hari, bukan ilustrasi.
Yang ditunjuk di layar ini
Berjalan
Diperiksa
Tutup
Periode
Laba rugi berjalanP&L · Okt 2026
BerjalanDiperiksaTutup
Periode
1 – 23 Okt 2026
Pendapatan
Rp 1.842.000.000
Beban pokok
Rp 1.126.000.000
Laba kotor
Rp 716.000.000
Beban penjualan
—
184.000.000
Beban administrasi
—
212.000.000
Beban penyusutan
—
48.000.000
Beban lain
—
31.000.000
Rp 241.000.000
Studi kasus
Manufaktur skala menengah
Situasi
Laporan keuangan rutin selesai pertengahan bulan berikutnya. Transaksi dicatat ulang dari kasir dan nota pembelian ke pembukuan, dan posisi kas hanya diketahui setelah laporan jadi.
Yang dikerjakan
Transaksi operasional disambungkan langsung ke jurnal, pencocokan bank dipindah jadi pekerjaan harian, dan neraca, laba rugi, serta arus kas dibuat tersusun sepanjang bulan.
Hasil
Posisi kas bisa dilihat kapan saja, bukan bulanan
Pencatatan ganda berhenti
Penutupan bulan berubah jadi pemeriksaan
Selisih bank ketahuan di hari yang sama
Package
Pilih yang paling dekat dengan kondisi Anda. Scope final dirapikan di obrolan pertama.
Live Books Package
Neraca, laba rugi, dan arus kas Anda selalu siap dibaca, bukan menunggu tutup buku.
Untuk siapa
Perusahaan yang laporannya selalu terlambat karena transaksinya dicatat ulang di akhir bulan.
Yang Anda dapat
Transaksi operasional yang langsung membentuk jurnal
Neraca, laba rugi, dan arus kas yang selalu terbaru
Kalau software itu sudah menerima transaksi dari sistem operasional Anda tanpa diketik ulang, Anda tidak butuh kami untuk bagian ini. Yang sering terjadi, software akuntansinya baik-baik saja tapi diisi manual dari sistem lain, dan di situlah keterlambatannya muncul.
Akuntan kami punya cara sendiri.+
Bagan akun, format laporan, dan kebijakan penyusutan mengikuti yang sudah dipakai, bukan dipaksa ke bentuk tertentu. Yang berubah adalah dari mana angkanya datang, bukan bagaimana laporannya disusun.
Apakah ini menggantikan akuntan kami?+
Tidak. Yang digantikan adalah pekerjaan mengumpulkan dan mengetik ulang. Penilaian, klasifikasi yang tidak jelas, dan keputusan kebijakan tetap pekerjaan akuntan, dan justru jadi lebih mudah karena datanya sudah rapi.
Bagaimana dengan pajak?+
Data transaksinya tersusun dalam bentuk yang siap dipakai untuk pelaporan pajak, termasuk pemisahan yang dibutuhkan. Penyiapan dan pelaporannya sendiri tetap dikerjakan konsultan pajak Anda.