Proyek selesai, lalu baru ketahuan ruginya di mana
Anggaran disusun di Excel, pembelian lewat WhatsApp, progres dicatat mandor di buku, dan penagihan menyusul belakangan. Tiap bagian benar sendiri-sendiri, tapi tidak ada satu tempat pun yang bisa menjawab berapa sisa anggaran proyek hari ini.
Hampir selalu bukan karena kurang usaha. Ini pola yang kami temui berulang.
Anggaran dan realisasi hidup di dua tempat
Rencana anggaran biaya disusun sekali di awal, lalu pembelian berjalan di tempat lain. Membandingkan keduanya butuh pekerjaan manual, jadi perbandingannya cuma dilakukan saat proyek sudah mau tutup.
Pembelian terjadi tanpa persetujuan tercatat
Permintaan material dikirim lewat chat dan disetujui lisan. Saat ada selisih, tidak ada yang bisa menunjukkan siapa menyetujui apa dan pada harga berapa.
Penagihan tertinggal dari progres
Termin ditagih setelah ada yang ingat, bukan setelah progres mencapai syaratnya. Uang masuk terlambat padahal pekerjaannya sudah lama selesai.
Tiap proyek punya format catatannya sendiri
Proyek berbeda dicatat dengan susunan file berbeda oleh orang berbeda. Membandingkan performa antar proyek praktis mustahil.
Cara kami menyelesaikannya
01
Anggaran jadi tulang punggung proyek
Rencana anggaran dimasukkan sebagai baris pekerjaan. Tiap pembelian dan biaya menempel ke barisnya, jadi sisa anggaran terbaca kapan saja tanpa dihitung ulang.
02
Permintaan, persetujuan, dan pembelian satu rangkaian
Permintaan material dari lapangan jadi dokumen, disetujui di dokumen yang sama, lalu berubah jadi pesanan pembelian. Siapa menyetujui dan kapan tercatat sendiri.
03
Termin tertagih mengikuti progres
Begitu progres mencapai syarat termin, dokumen penagihan sudah siap dengan angkanya. Tidak perlu menunggu ada yang ingat.
04
Satu bentuk untuk semua proyek
Proyek baru memakai struktur yang sama, jadi margin, keterlambatan, dan penyebab pembengkakan bisa dibandingkan antar proyek.
01
Anggaran jadi tulang punggung proyek
Rencana anggaran dimasukkan sebagai baris pekerjaan. Tiap pembelian dan biaya menempel ke barisnya, jadi sisa anggaran terbaca kapan saja tanpa dihitung ulang.
02
Permintaan, persetujuan, dan pembelian satu rangkaian
Permintaan material dari lapangan jadi dokumen, disetujui di dokumen yang sama, lalu berubah jadi pesanan pembelian. Siapa menyetujui dan kapan tercatat sendiri.
03
Termin tertagih mengikuti progres
Begitu progres mencapai syarat termin, dokumen penagihan sudah siap dengan angkanya. Tidak perlu menunggu ada yang ingat.
04
Satu bentuk untuk semua proyek
Proyek baru memakai struktur yang sama, jadi margin, keterlambatan, dan penyebab pembengkakan bisa dibandingkan antar proyek.
Bentuk jadinya
Gambaran antarmuka yang Anda pakai sehari-hari, bukan ilustrasi.
Yang ditunjuk di layar ini
Draf
Berjalan
Serah terima
Tutup
ProyekPRJ-2026-038
DrafBerjalanSerah terimaTutup
Pemberi kerja
Kawasan Industri
Nilai kontrak
Rp 4.280.000.000
Terpakai
Rp 2.914.000.000
Sisa anggaran
Rp 1.366.000.000
Pekerjaan struktur
68%
1.240.000.000
Pekerjaan arsitektur
41%
884.000.000
Mekanikal elektrikal
25%
520.000.000
Biaya tidak langsung
—
270.000.000
Rp 2.914.000.000
Studi kasus
Kontraktor sipil
Situasi
Lima proyek berjalan bersamaan, masing-masing dengan file anggaran sendiri. Pembengkakan biaya baru terlihat saat proyek sudah serah terima, dan tidak ada yang bisa menunjuk penyebabnya.
Yang dikerjakan
Anggaran dipasang sebagai baris pekerjaan, permintaan material dari lapangan disambungkan ke persetujuan dan pesanan pembelian, dan penagihan termin dikaitkan ke progres.
Hasil
Sisa anggaran per proyek bisa dilihat harian
Pembelian punya jejak persetujuan yang bisa ditunjuk
Termin ditagih saat syaratnya terpenuhi
Performa antar proyek bisa dibandingkan
Package
Pilih yang paling dekat dengan kondisi Anda. Scope final dirapikan di obrolan pertama.
Project Control Package
Sisa anggaran tiap proyek terbaca hari ini, bukan setelah serah terima.
Untuk siapa
Kontraktor yang menjalankan beberapa proyek sekaligus dan baru tahu marginnya di akhir.
Yang Anda dapat
Anggaran proyek sebagai baris pekerjaan
Pencatatan biaya yang menempel ke barisnya
Progres per pekerjaan beserta sisa anggarannya
Perbandingan rencana dan realisasi yang selalu terbaru
ERP siap pakai memaksa cara kerja Anda mengikuti bentuk sistemnya, dan di konstruksi bentuk itu sering tidak cocok dengan cara termin, retensi, dan subkontraktor diatur di sini. Yang kami bangun mengikuti alur kerja Anda, dengan tampilan yang sama rapinya.
Mandor kami tidak terbiasa pakai aplikasi.+
Bagian yang dipakai di lapangan sengaja dibuat sesedikit mungkin: mencatat progres dan mengajukan permintaan material, keduanya bisa dari ponsel dalam beberapa ketukan. Pekerjaan yang rumit tetap ada di kantor.
Data lama kami di Excel bagaimana?+
Proyek yang sudah berjalan bisa dimasukkan sebagai saldo awal, jadi Anda tidak perlu memasukkan ulang riwayat sejak awal proyek. Proyek yang hampir selesai biasanya lebih baik dibiarkan selesai di cara lama.
Bisa dipakai untuk subkontraktor juga?+
Bisa, dengan akses terbatas pada pekerjaan yang jadi bagiannya. Mereka mencatat progres dan mengajukan tagihan di tempat yang sama, sehingga pembayaran subkontraktor ikut masuk ke hitungan biaya proyek.