Pembeli mengirim chat jam sebelas malam, dibalas besok pagi, sudah beli di tempat lain
Pertanyaannya hampir selalu sama: harga berapa, stok ada, ongkir ke kota ini berapa, transfer ke mana. Semuanya bisa dijawab tanpa manusia, tapi yang terjadi adalah menumpuk sampai admin masuk kerja.
Masih ada keripik singkong 500gr? Kirim ke Semarang 5 bungkus.
Ada, 5 bungkus tersedia. Rp 225.000 plus ongkir Rp 22.000 ke Semarang. Total Rp 247.000.
Oke, sudah saya transfer.
Transfer Rp 247.000 terbaca dan cocok dengan pesanan ORD-4192. Pesanan masuk antrean kirim hari ini.
Kenapa ini terjadi
Hampir selalu bukan karena kurang usaha. Ini pola yang kami temui berulang.
Jam ramai chat tidak sama dengan jam kerja
Pembeli mengirim pesan setelah pulang kerja dan di akhir pekan. Admin bekerja jam kantor. Selisih inilah yang memakan penjualan, bukan kualitas produknya.
Bukti transfer diperiksa satu per satu
Pelanggan mengirim foto bukti transfer, lalu seseorang membukanya, membaca nominal, mencocokkan ke pesanan, dan membalas. Tiap transaksi memakan menit yang berlipat saat ramai.
Promo dikirim manual ke daftar nomor
Pengiriman promo dilakukan dengan menyalin pesan ke banyak kontak satu per satu, berisiko diblokir, dan tidak ada yang tahu siapa membuka atau membalas.
Cara kami menyelesaikannya
01
Pertanyaan berulang dijawab seketika
Harga, stok, ongkir, dan cara pembayaran dijawab dari data yang sama dengan yang dipakai admin, kapan pun chatnya masuk.
02
Order terbentuk dari percakapan
Begitu pembeli menyebut barang dan jumlahnya, draf pesanan terbentuk lengkap dengan harga dan ongkir, lalu dikonfirmasi ke pembelinya.
03
Bukti transfer diperiksa otomatis
Foto bukti transfer dibaca, nominal dan tanggalnya dicocokkan ke pesanan, lalu statusnya berubah. Yang janggal diteruskan ke manusia, bukan diloloskan.
04
Perpindahan ke manusia yang mulus
Begitu percakapan keluar dari hal rutin, admin mengambil alih dengan seluruh riwayat chat dan pesanan yang sudah terbentuk, tanpa pembeli harus mengulang.
01
Pertanyaan berulang dijawab seketika
Harga, stok, ongkir, dan cara pembayaran dijawab dari data yang sama dengan yang dipakai admin, kapan pun chatnya masuk.
02
Order terbentuk dari percakapan
Begitu pembeli menyebut barang dan jumlahnya, draf pesanan terbentuk lengkap dengan harga dan ongkir, lalu dikonfirmasi ke pembelinya.
03
Bukti transfer diperiksa otomatis
Foto bukti transfer dibaca, nominal dan tanggalnya dicocokkan ke pesanan, lalu statusnya berubah. Yang janggal diteruskan ke manusia, bukan diloloskan.
04
Perpindahan ke manusia yang mulus
Begitu percakapan keluar dari hal rutin, admin mengambil alih dengan seluruh riwayat chat dan pesanan yang sudah terbentuk, tanpa pembeli harus mengulang.
Bentuk jadinya
Gambaran antarmuka yang Anda pakai sehari-hari, bukan ilustrasi.
Percakapan penjualan
Masih ada keripik singkong 500gr? Kirim ke Semarang 5 bungkus.
Ada, 5 bungkus tersedia. Rp 225.000 plus ongkir Rp 22.000 ke Semarang. Total Rp 247.000.
Oke, sudah saya transfer.
Transfer Rp 247.000 terbaca dan cocok dengan pesanan ORD-4192. Pesanan masuk antrean kirim hari ini.
Studi kasus
Produsen makanan kemasan
Situasi
Chat menumpuk semalaman dan dibalas pagi hari. Bukti transfer diperiksa manual satu per satu, dan pesanan sering tertunda sehari hanya karena menunggu verifikasi.
Yang dikerjakan
Dipasang asisten yang menjawab harga, stok, dan ongkir dari data yang sama dengan admin, membentuk draf pesanan dari percakapan, dan membaca bukti transfer untuk dicocokkan ke pesanan.
Hasil
Chat malam hari dijawab tanpa menunggu pagi
Verifikasi pembayaran berhenti jadi pekerjaan manual
Admin hanya menangani percakapan yang tidak rutin
Pesanan tidak lagi tertunda karena menunggu verifikasi
Package
Pilih yang paling dekat dengan kondisi Anda. Scope final dirapikan di obrolan pertama.
Always On Sales Package
Pertanyaan pembeli dijawab kapan pun masuk, termasuk tengah malam dan akhir pekan.
Untuk siapa
Usaha yang chat masuknya menumpuk di luar jam kerja.
Yang Anda dapat
Jawaban harga, stok, dan ongkir dari data yang hidup
Risiko itu nyata kalau pesan massal dikirim dari nomor biasa. Karena itu pengiriman dilakukan lewat jalur resmi WhatsApp untuk bisnis, dengan format pesan yang sudah disetujui dan hanya ke orang yang pernah berinteraksi dengan Anda.
Pelanggan tahu sedang bicara dengan mesin?+
Sebaiknya memang tahu, dan kami menyarankan menyebutkannya. Pengalamannya tetap baik selama jawabannya benar dan perpindahan ke manusia cepat saat dibutuhkan. Yang membuat pelanggan kesal bukan mesinnya, tapi mesin yang tidak bisa menyerah ke manusia.
Kalau bukti transfernya palsu?+
Pencocokan dilakukan terhadap nominal, tanggal, dan nomor pesanan, dan yang tidak cocok ditandai untuk diperiksa manusia, bukan diloloskan. Untuk keyakinan penuh, pencocokan bisa diarahkan ke mutasi rekening, bukan ke foto.
Kami jual produk yang butuh penjelasan panjang.+
Kalau begitu asisten sebaiknya dipakai untuk bagian awal saja: memastikan ketersediaan, mengumpulkan kebutuhan, dan menjadwalkan obrolan dengan sales. Memaksakannya menutup penjualan kompleks biasanya justru merusak percakapan.